Posts

Untung Ada SEPAKBOLA....

Image
Syukurlah ada sepak bola. Sepak bolalah yang menjadi penyelamat sekaligus penyemangat, penghiburan sekaligus pengharapan. Sepak bola memberikan hiburan kepada kita yang akhir-akhir ini dibelit berbagai persoalan. Persoalan politik yang penuh intrik dan ruwet, bencana yang silih berganti, korupsi yang tiada habis-habisnya, harga-harga kebutuhan pokok yang tak terkendali terus naik, akrobat dan drama politik yang memperbodoh kita, perang pernyataan yang tidak bijaksana, dan masih banyak lagi yang membuat kita semua terbelenggu dan kelu. Karena itu, hanya harapan yang pantas diungkapkan kali ini: semoga hiburan itu, sepak bola, dapat sejenak mengistirahatkan kita dari segala kepenatan dan beban hidup yang akhir-akhir ini banyak kita derita, dan lelah. Kita, rakyat, memang lelah. Ibarat orang jalan, kita semua sudah jalan begitu jauh, di jalan yang rusak dan naik turun, tanpa sekali pun istirahat untuk minum. Karena itu, butuh sesuatu yang menyegarkan. Butuh sesuatu yang menyegarkan sep...

The GOD I Know....

by. Ps Jose Carol On Sunday Night Services, dec 12, 2010 Lukas 15:1-8 mengajarkan kita bahwa yang menentukan sesuatu menjadi berharga adalah bagaimana cara kita menilai dan mencari hal itu sendiri.. dimana kisah itu menceritakan apa yang hilang, ketika ditemukan, selalu ada perayaan... Ada Tiga hal yang perlu kita ketahui 1. "God will never stop until He finds you" Terkadang pada masa muda, kita ingin meninggalkan keluarga kita dan ingin membangun hidup kita sendiri dan mencari kemerdekaan/ kebebasan... Tapi ketika kita pergi... ketahuilah bahwa keluarga kita tidak pernah menanti dan terus mencari kita... 2. "God will never give up for your self" 1 samuel 17:34-36 dan Amos 3:12 mengajarkan bahwa Tuhan tetap akan memperjuangkan untuk mendapatkan kita, sehancur apa pun hidup kita... Sekalipun kita menganggap diri kita sudah tidak pantas utk diperjuangkan... 3. "There's nowhere you could hide from God" Mazmur 139 Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. TUHAN,...

MENGALAH BUKAN BERARTI KALAH ..

Lebih baik mempersiapkan diri menjadi Orang benar daripada sibuk mencari orang (pasangan) yang benar... Dalam setiap hubungan selalu ada konflik. Dalam keluarga bahagia sekalipun tidak akan terhindar dari konflik, yang menjadi persoalan adalah bagaimana keluarga itu menyelesaikan konflik itu dan menghadapi secara bersama-sama... Yak 4:1-3: "Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu? 2Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa. 3Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu." Akar dari konflik adalah: 1. Keinginan yang tidak terpenuhi 2. Iri hati 3. Mementingkan diri sendiri (Yak 3:16) T...

FAMILY TALK

"Anything good is life begins a conversation", Daniel Pink. Dalam kehidupan keluarga dewasa ini sering kali kita temukan banyak konflik, perilaku buruk, dan bahkan pelecehan di antara anggota-anggotanya atau yang biasa disebut dengan Keluarga disfungsional. Anak-anak yang tumbuh di keluarga seperti ini cenderung berpikir bahwa hal ini normal, yang mengakibatkan terbentuknya KARAKTER baru dalam diri anak-anak tersebut. Keluarga disfungsional biasanya terjadi akibat: 1. Miskomunikasi antar keluarga 2. Orang tua yang terlalu ikut campur 3. Istri yang terlalu dominan 4. Pelecehan sexual atau salah satu anggota keluarga terlibat pornografi "Tidak ada keluarga yang sempurna, tapi Penerimaan kita terhadap kelurga kita yang akan membuat keluarga kita menjadi sempurna dan Tidak ada keluarga yang sempurna, yang ada adalah moment-moment yang sempurna..." Hal yang membuat kita jatuh cinta kepada pasangan kita jutru hal tersebut yang akan membuat kita sangat benci pada pasangan ...

Semangkuk Bakmi Panas...

Pada malam itu Ana bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa uang. Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tidak mempunyai uang. Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata, "Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?" "Ya, tetapi, aku tidak membawa uang." jawab Ana dengan malu-malu "Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu. " jawab si pemilik kedai, "Silahkan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu". Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi. Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang. " Ada apa, nona?" tanya si pemilik kedai. "Tidak apa-apa. Aku hanya terharu.” jawab Ana sambil mengeringkan air m...

Hidup adalah Anugrah

Matahari sedang bersinar terik pada saat saya membuat tulisan ini. Tampaknya hujan deras yang beberapa hari ini mengguyur Jakarta yang padat penduduk sedang bertoleransi dengan warga jakarta yang keras ini. Selama setahun terakhir ini, terkadang saya merasa bersalah, di saat yang sama merasa beruntung. Tinggal di Jakarta dengan segudang problema dan penyakitnya, saya masih bisa mengecap hidup yang baik. Setidaknya masih bisa makan nasi dan lauk. Sekali-kali memanjakan diri mencoba makanan yang dijual di resto atau foodcourt di mal-mal. atau pulang ke kontrakan, sudah disediakan makanan yang sehat dan enak oleh keluarga... Saat mengenang masa-masa sulit setahun yang lalu, saat saya masih diperusahaan sebelumnya... Seakan tidak percaya, betapa Tuhan sungguh luar biasa dan senantiasa membela saya. Apa yang tidak pernah saya pikirkan, diberikan secara luar biasa oleh TUhan. Saat saya berseru kepadanya, ketika keadaan ekonomi mengalami keterpurukan sebagai imbas dari keadaan kantor, bahkan ...

Mengapa Hidup Ini Seperti Siklus yang Tiada Henti?

"Inilah perkataan Pengkhotbah, anak Daud, raja di Yerusalem. Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia. Apakah gunanya manusia berusaha dengan jerih payah di bawah matahari? Keturunan yang satu pergi dan keturunan yang lain datang, tetapi bumi tetap ada. Matahari terbit, matahari terbenam, lalu terburu-buru menuju tempat ia terbit kembali. Angin bertiup ke Selatan, lalu berputar ke Utara, terus-menerus ia berputar, dan dalam putarannya angin itu kembali. Semua sungai mengalir ke laut, tetapi laut tidak juga menjadi penuh; ke mana sungai mengalir, ke situ sungai mengalir selalu." - Pengkotbah 1:1-7 Penulis ayat di atas adalah Raja Salomo, dimana Raja Salomo adalah raja yang terkenal akan hikmat, kepintaran, kebijakan dan kekayaannya. Tetapi dalam tulisannya, terlihat sekali bahwa dia sedang mengalami suatu kejenuhan yang luar biasa. Ia merasa segala sesuatunya berputar-putar dan mengarah kepada kesia-siaan semata. Sering kali kita ...