Posts

Hidup adalah Anugrah

Matahari sedang bersinar terik pada saat saya membuat tulisan ini. Tampaknya hujan deras yang beberapa hari ini mengguyur Jakarta yang padat penduduk sedang bertoleransi dengan warga jakarta yang keras ini. Selama setahun terakhir ini, terkadang saya merasa bersalah, di saat yang sama merasa beruntung. Tinggal di Jakarta dengan segudang problema dan penyakitnya, saya masih bisa mengecap hidup yang baik. Setidaknya masih bisa makan nasi dan lauk. Sekali-kali memanjakan diri mencoba makanan yang dijual di resto atau foodcourt di mal-mal. atau pulang ke kontrakan, sudah disediakan makanan yang sehat dan enak oleh keluarga... Saat mengenang masa-masa sulit setahun yang lalu, saat saya masih diperusahaan sebelumnya... Seakan tidak percaya, betapa Tuhan sungguh luar biasa dan senantiasa membela saya. Apa yang tidak pernah saya pikirkan, diberikan secara luar biasa oleh TUhan. Saat saya berseru kepadanya, ketika keadaan ekonomi mengalami keterpurukan sebagai imbas dari keadaan kantor, bahkan ...

Mengapa Hidup Ini Seperti Siklus yang Tiada Henti?

"Inilah perkataan Pengkhotbah, anak Daud, raja di Yerusalem. Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia. Apakah gunanya manusia berusaha dengan jerih payah di bawah matahari? Keturunan yang satu pergi dan keturunan yang lain datang, tetapi bumi tetap ada. Matahari terbit, matahari terbenam, lalu terburu-buru menuju tempat ia terbit kembali. Angin bertiup ke Selatan, lalu berputar ke Utara, terus-menerus ia berputar, dan dalam putarannya angin itu kembali. Semua sungai mengalir ke laut, tetapi laut tidak juga menjadi penuh; ke mana sungai mengalir, ke situ sungai mengalir selalu." - Pengkotbah 1:1-7 Penulis ayat di atas adalah Raja Salomo, dimana Raja Salomo adalah raja yang terkenal akan hikmat, kepintaran, kebijakan dan kekayaannya. Tetapi dalam tulisannya, terlihat sekali bahwa dia sedang mengalami suatu kejenuhan yang luar biasa. Ia merasa segala sesuatunya berputar-putar dan mengarah kepada kesia-siaan semata. Sering kali kita ...

10 Tips Membina Persahabatan...

1. Pikirkanlah apa yang dapat kamu berikan kepada sahabatmu bukan apa yang dapat kamu peroleh dari persahabatan. Jangan bersahabat hanya demi memperoleh kesenangan, karena jika demikian, kamu bukanlah sahabat sejati. Hargailah sahabatmu seperti kamu ingin dihargai 2. Dukunglah sahabatmu. Sahabat sejati selalu saling menyemangati dan 'mendorong'supaya mereka bersama-sama dapat menjadi yang terbaik bukannya saling menjatuhkan. Ia turut berbahagia ketika sahabatnya berhasil mencapai apa yang diinginkannya dan tidak merasa tersaingi. 3. Bersedia untuk memaafkan Jangan biarkan 'luka' berkembang menjadi kepahitan karena hal ini akan menghancurkan persahabatan yang ada. Maafkan kesalahan yang diperbuat oleh sahabatmu dan jangan biarkan luka itu merusak hubunganmu. 4. Jangan memandang kesalahan yang dibuatnya Ini adalah suatu cara untuk menunjukkan betapa kita peduli terhadap dia. Jangan tinggalkan sahabatmu saat dia berbuat kesalahan. Bersabarlah dan tuntunlah dia untuk beruba...

Pasangan Hidupmu...

Bertahun-tahun yang lalu, saya berdoa kepada Tuhan untuk memberikan saya pasangan, "Engkau tidak memiliki pasangan karena engkau tidak memintanya", Tuhan menjawab. Tidak hanya saya meminta kepada Tuhan, saya menjelaskan kriteria pasangan yang saya inginkan. Saya menginginkan pasangan yang baik hati, lembut,mudah mengampuni, hangat, jujur, penuh dengan damai dan perhatian. Saya bahkan memberikan kriteria pasangan tersebut secara fisik yang selama ini saya impikan. Sejalan dengan berlalunya waktu, saya menambahkan daftar kriteria yang saya inginkan dalam pasangan saya. Suatu malam, dalam doa, Tuhan berkata dalam hati saya," HambaKu, Aku tidak dapat memberikan apa yang engkau inginkan." Saya bertanya, "Mengapa Tuhan?" dan Ia menjawab, "Karena Aku adalah Tuhan dan Aku adalah Adil. Aku adalah Kebenaran dan segala yang Aku lakukan adalah benar." Aku bertanya lagi, "Tuhan, aku tidak mengerti mengapa aku tidak dapat memperoleh apa yang aku pinta d...

SIKAP... Lebih Penting !!!

Semakin lama saya hidup, semakin saya sadar Akan pengaruh sikap dalam kehidupan... Sikap lebih penting daripada ilmu, daripada uang, daripada kesempatan, daripada kegagalan, daripada keberhasilan, daripada apapun yang mungkin dikatakan atau dilakukan seseorang. Sikap lebih penting daripada penampilan, karunia, atau keahlian. Hal yang paling menakjubkan adalah Kita memiliki pilihan untuk menghasilkan sikap yang kita miliki pada hari itu. Kita tidak dapat mengubah masa lalu Kita tidak dapat mengubah tingkah laku orang Kita tidak dapat mengubah apa yang pasti terjadi Satu hal yang dapat kita ubah adalah satu hal yang dapat kita kontrol, dan itu adalah SIKAP kita. Saya semakin yakin bahwa hidup adalah 10 persen dari apa yang sebenarnya terjadi pada diri kita, dan 90 persen adalah BAGAIMANA SIKAP KITA MENGHADAPINYA. Akhirnya: Seluruh pilihan terletak di tangan Anda, tidak ada JIKA atau TETAPI. Andalah pengemudinya. Andalah yang menentukan .... JALAN HIDUP ANDA…!

Keep Dreaming Keep Action...

Einstein mengatakan bahwa: “Ada dua cara menjalani hidup, yaitu menjalaninya dengan keajaiban-keajaiban atau menjalaninya dengan biasa-biasa saja“ . Sekarang ini banyak selogan yang dikeluarkan oleh banyak orang yang topiknya seolah membius kita: “Stop Dreaming Start Action“ . Saya mengatakan bahwa slogan itu sepenuhnya tidak benar. Mengapa? Coba kita bayangkan, segala sesuatu yang Anda jalani saat ini adalah tidak lepas dari ‘dream’ atau mimpi Anda entah beberapa tahun yang lalu kan? Sejarah pesawat terbang yang menjadi angkutan favorit saat ini berawal dari sebuah mimpi yang menjadi kenyataan. Thomas Alfa Edison juga menemukan bolam lampu dari mimpi besar dia untuk menerangi dunia. Jadi totally kita semua harus tetap memupuk mimpi-mimpi besar kita untuk membuat perubahan yang membantu terwujudnya dunia yang lebih maju dan bermanfaat bagi orang banyak. Jadi dua cara untuk untuk menjalani kehidupan ini dan keduanya benar. 1. Dengan penuh keajaiban karena kita menyerahkan totally kep...

AKU TELAH MENCAPAI GARIS AKHIR

Setiap atlit yang turun dalam sebuah pertandingan tentunya menginginkan sebuah penghargaan berupa medali atau pun piala. Tetapi jika kita yang turun dalam sebuah pertandingan iman, apakah yang ingin kita dapatkan? Apakah pujian dan pengakuan dari manusia sudah cukup untuk membuktikan kehebatan kita? Tentu tidak, bukan? Yang kita cari bukan kehormatan dan pengakuan atas prestasi kita. Tetapi yang kita cari adalah bagaimana kita bisa mencapai garis akhir itu dengan baik. Beberapa waktu yang lalu kita mengenal seorang hamba Tuhan muda yang dipakai Tuhan secara luar biasa. Pelayanannya banyak memberkati orang-orang. Dalam usianya yang masih muda, Allah memanggil-Nya pulang, Mengapa Allah justru mengambil Seorang Tohap Sihotang yang saat itu berada di puncak karir pelayanannya? Apakah Allah tidak ingin ia menikmati hasil jerih payahnya terlebih dahulu, baru memanggilnya pulang? Itulah RAHASIA KEMATIAN! hanya Allah yang tahu jawabannya dengan pasti! Kita tidak bisa mengira-ngira atau mengamb...